Yelon dan Weinstein (1977)
mendeskripsikan implikasi perkembangan individu terhadap perlakuan pendidik
(orang dewasa). Para guru hendaknya tidak mengembangkan sesuatu kompetensi
pada diri siswa sebelum siswa yang bersangkutan memiliki kemampuan dan
kesiapan belajar untuk mengembangkan kompetensi tersebut. Para guru
hendaknya tidak mengajarkan sesuatu materi ajar sebelum siswa yang bersangkutan
memiliki kesiapan belajar
untuk
mempelajari materi ajar tersebut. Sebab itu, pengetahuan tentang perkembangan
individu diperlukan oleh guru dalam rangka mengidentifikasi rentang kompetensi
atau materi ajar yang sepadan bagi para siswa yang berada pada tahap perkembangan
tertentu.
1.
Perkembangakan Fisik
Mengacu kepada
tahap perkembangan yang dikemukakan oleh Yelon dan Weinstein (1977), tahap
perkembangan siswa sekolah dasar tergolong pada Masa Kanak-Kanak (Childhood).
Implikasi dari perkembangan fisik siswa seperti dijelaskan, maka kegiatan fisik
hendaknya betul-betul disadari pentingnya bagi siswa sekolah dasar, terutama di
kelas-kelas rendah. Selain itu perlu diperhatikan, kegiatan fisik siswa akan
turut membantu perkembangan kognitifnya.
2.
Perkembangan
Mental/Kognitif
Berdasarkan tahap
perkembangan mental atau kognitif menurut Jean Piaget, perkembangan
mental/kognitif siswa sekolah dasar berada pada perkembangan dari tahap operasi
awal (the preoperational stage) ke tahap operasi konkrit (the
concrete operations stage). Implikasi dari hal di atas, maka pembelajaran
bagi siswa sekolah dasar hendaknya: membangkitkan rasa ingin tahu siswa,
menghadapkan siswa pada
gagasan-gagasan
dan pandangan-pandangan baru, memungkinkan siswa melakukan eksplorasi,
berpikir, dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi dan berkomunikasi
baik dengan sesamanya maupun dengan orang dewasa.
3.
Perkembangan Sosial
Menurut
tahap-tahap perkembangan seperti dikemukakan Yelon dan Weinstein (1977),
perkembangan sosial siswa sekolah dasar yakni: berorientasi kepada kelompok
tetapi kehidupan rumah masih berpengaruh, ingin bebas, memuja pahlawan,
pemisahan dari jenis kelamin, dan bahwa kelompok akan mempengaruhi konsep
dirinya. Implikasi dari perkembangan di atas, maka para guru hendaknya:
mendorong pertemanan dengan menggunakan proyek-proyek dan permainan kelompok.
Selain itu, guru hendaknya memberikan contoh model hubungan sosial yang baik.
4. Perkembangan
Emosional
Perkembangan emosional siswa sekolah
dasar antara lain: banyak menggunakan waktu untuk membebaskan diri dari rumah,
menyamakan diri dengan teman sebayanya namun masih menerima persetujuan dari orang
dewasa, mudah terharu, tetapi pemberani dan percaya pada diri sendiri. Implikasi
dari perkembangan di atas, maka guru mestinya menerima kebutuhan-kebutuhan akan
kebebasan anak dan menambah tanggung jawab anak. Selain itu, guru hendaknya
mengembangkan keberanian dan perasaan percaya diri siswa, juga keterbukaan
siswa terhadap kritik.
5. Perkembangan
Moral
Berdasarkan tahap perkembangan moral
menurut Lawrence Kohlberg, perkembangan moral siswa sekolah dasar berada pada pergeseran
dari akhir tahap 1 (kepatuhan dan hukuman), tahap 2 (Instrumental Relatif) dan
menuju tahap 3 (Orientasi Keselarasan Interpersonal). Implikasi dari tahap
perkembangan di atas, maka guru hendaknya bersamasama menciptakan aturan dan
kejujuran, secara konsisten mengupayakan disiplin yang tegas dan dapat
dipahami. Namun demikian, pada kelas-kelas rendah, para guru diharapkan
mempertimbangkan orientasi kepatuhan dan hukuman pada diri siswa.






0 komentar:
Posting Komentar